Lima Keutamaan Al-Quran

Lima Keutamaan Al-Quran

 

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

الحمد لله الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على امور الدنيا و الدين والصلاة والسلام  على اشرف الأنبياء و المرسلين سيدنا ومولانا محمد وعلى اله و صحبه أجمعين أما بعد

Para pendengar Suara Tebuireng FM Rahimakumullah. Ahamdulillah, kita harus bersyukur kepada Allah pada hari ini di bulan Ramadhan ini kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan keadaan sehat wal afiah.

Para Pendengar Rahimakumullah, pada kesempatan kali kita akan menyampakan beberapa fadhilah keutamaan membaca Al-Quran. Perlu kita sadari bahwa bulan Ramadhan ini sering disebut dengan Syahru Tilawatil Quran yakni bulannya membaca Al-Quran. Maksudnya adalah intensitas seorang muslim dalam membaca Al-Quran di bulan ini menaik secara tajam. Ada yang menargetkan satu kali khatam dalam satu bulan, ada yang dua kali, tiga kali dan sebagainya tergantung motivasi dan kekuatannya nya masing-masing. Tentu kita harus bersyukur bahwa sejak kecil kita diarahkan dan dibimbing orang tua kita, “Nek wayahe romadhon kudu akeh tadarrus moco Al-Quran”.

Nah, untuk memperkuat keyakinan itu, kita juga harus mengetahui apa saja fadhilah membaca Al-Quran. Yang pertama mendapatkan pahala yang sangat banyak.

Kenapa demikian?

Karena satu huruf Al-Quran itu dibalas dengan sepuluh kebajikan. Ini seperti hadist yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan juga para ulama mengkalkulasi bahwa jumlah huruf dalam Al-Quran itu totalnya 325.000 lebih atau tepatnya 325.015. Ini kalau dikalikan sepuluh maka kurang lebih 3.250.000 kebaikan. Tentu untuk meraihnya kita harus berusaha memperbanyak membaca Al-Quran sebulan sekali, dua bulan sekali dan sebagainya. Bahkan para ulama itu ada yang khatam seminggu sekali.

Kemudian fadhilah yang kedua adalah Allah SWT akan mengangkat orang-orang yang selalu membaca Al-Quran. Bukan hanya membaca tapi mempelajari isi kandungannya sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu ada istilah Hamilul Quran bukan Hafidzul Quran.

Kalau Hafidzul Quran itu sebatas menghafal saja, tapi kalau Hamilul Quran itu orang yang membawa Al-Quran. Membawa maksudnya apa?

Ia juga mengamalkan isinya juga paham tentang makna kandungannya. Ini maqom yang sangat tinggi. Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori bahwa sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab Al-Quran dan Allah merendahkan kaum yang lainnya yang tidak mau membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Quran.

Ini secara logika dapat kita pahami mengapa orang-orang yang membaca dan mempelajari isi kandungan Al-Quran berusaha mengamalkannya diangkat derajatnya oleh Allah. Orang-orang yang membaca Al-Quran berarti orang-orang yang selalu dekat dengan Allah. Bahkan membaca Al-Quran itu merupakan bercakap-cakap dengan Allah.

من أراد أن يتكلم ربه أو بربه فاليقرأ القرآن

Ini ada sebuah maqolah yang mengatakan:

Barang siapa yang ingin bercakap-cakap dengan Tuhannya maka bacalah Al-Quran

Jadi kalau kita baca Al-Quran itu sebenarnya kita bercakap-cakap dengan Allah karena Al-Quran itu adalah kalamullah.

Kemudian yang ketiga seseorang itu akan mendapatkan ketenangan jiwa dan hati yang luar biasa. Karena dimana setiap Al-Quran itu yang dibacanya akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman bagi para pembacanya. Ini sebagaimana diterangkan dalam surat Al-Isra ayat 82 bahwa Al-Quran itu diturunkan oleh Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ

Yakni menjadi syifa’, obat. Obat apa?

Obat penenang hati.

Oleh karena itu seringkali kita melihat orang yang membaca Al-Quran itu hidupnya tenang sekali, atine tentrem, ayem. Kenapa?

Karena dia betul-betul memasukkan Al-Quran di dalam kalbunya. Hidupnya menjadi tenang. Itu juga seperti syiir yang didendangkan wali songo, khususnya Sunan Kalijaga ada yang mengatakan Sunan Bonang, “Moco Quran angen-angen sak maknane”.

Kemudian fadhilah yang keempat adalah mendapatkan syafaat atau pertolongan pada hari kiamat. Ini dijelaskan oada hadist Rasulullah yang diriwayatkan Imam Muslim, “Bacalah Al-Quran oleh kamu sekalian karena bacaan Al-Quran yang dibaca Ketika di dunia ini akan menjadi syafaat atau penolong kita dan bagi para pembacanya di hari kiamat nanti”. Maka doa khotmil Quran itu ada “Syafi’an lana”. “Ya Allah jadikanlah Al-Quran ini sebagai syafaat yang membela kita nanti, yang menolong kita nanti di alam kubur ketika di hari akhir nanti”.

Ya memang umat islam harus memperbanyak amalan-amalan yang menjadi bentengnya nanti, bisa dengan memperbanyak shalawat karena nanti mendapatkan syafaatnya Rasulullah, bisa juga nanti mendapatkan syafaat dari Al-Quran. Maka semakin banyak amalan yang kita istiqomahkan itu semakin banyak pula nanti yang akan menjadi tameng kita ketika nanti di hari akhir. Maka perbanyaklah membaca Al-Quran selagi nafas kita ini masih menyertai kita dan denyut jantung masih bergerak karena bacaan Al-Quran akan menjadi syafaat nanti di hari kiamat. Semoga nanti kita mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

Kemudian fadhilah yang kelima adalah orang yang gemar membaca Al-Quran akan terbebas dari aduan Rasulullah pada hari kiamat nanti dimana ada beberapa manusia yang diadukan Rasulullah pada hari kiamat di hadapan Allah.

Jadi untuk penutup pada sesi hari ini, monggo sareng-sareng perbanyaklah membaca Al-Quran. Luangkan waktu sisa-sisa kehidupan bagi kita untuk memperdalam ajarannya. Bukan hanya kita tapi monggo kita mengajak keluarga kita, istri kita, kemudian anak-anak kita, dulur-dulur untuk mencintai dan seneng untuk membaca Al-Quran. Jangan disia-siakan karena Al-Quran akan mengantarkan kemudahan kita ketika menghadap Allah SWT yakni ketika sakarotul maut.

اهدنا الصراط المستقيم

Terimakasih sudah mendengarkan tausiyah atau nasehat yang kita sampaikan pada sore hari ini. Saya Ahmad Kanzul Fikri dari PP. Al Aqobah, Kwaron Diwek Jombang untuk Radio Suara Tebuireng FM.

 

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

 

Kultum Ramadhan oleh K.H A. Kanzul Fikri Pengasuh PP Al-Aqabah Kwaron Diwek Jombang

Leave a Comment

Your email address will not be published.