Pentingnya Niat

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

الحمد لله الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على امور الدنيا و الدين والصلاة والسلام على اشرف الأنبياء و المرسلين سيدنا ومولانا محمد وعلى اله و صحبه أجمعين أما بعد

Alhamdulillah. Para pendengar, para pemirsa setia Radio Suara Tebuireng Rahimakumullah, di sore hari ini pada bulan puasa Ramadhan kita masih dapat melaksanakan ibadah dengan nikmat, dengan kesehatan, tanpa kekurangan apapun.

Para hadirin, para pendengar Radio Suara Tebuireng Rahimakumullah. Dalam mengamalkan kegiatan sehari-hari kita tentu haruslah menetapkan sebuah niat. Niat adalah tujuan. Tujuan itu kita alamatkan kepada siapa. Apakah perbuatan kita itu kita niatkan untuk orang lain, ataukah amalan-amalan kita itu memang khusus Lillahi Ta’ala. Jikalau alaman kita, kita khususkan, kita niatkan kepada Allah Ta’ala, maka amalan itu akan mendapatkan pahala dan dinilai sebagai ibadah oleh Allah SWT. Betapa pentingnya niat karena amalan itu tergantung pada niat hingga Rasulullah Saw bersabda dari hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hafshah, Umar bin Al-Khattab mengatakan:

قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى

Artinya: “Sesungguhnya segala amal itu tergantung dengan niatnya dan seseorang itu akan mendapatkan balasan terhadap apa yang dia niatkan”

Kemudian hadist itu dilanjutkan dengan redaksi:

فمن كانت هجرته إلى الله و رسوله فهجرته إلى الله و رسوله

Artinya: “Barang siapa yang hijrahnya yakni karena semata-mata karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan mendapatkan ridho dari Allah dan Rasul-Nya”

Oleh karena itu kalaulah kita melakukan sebuah perjalanan, sebuah perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain untuk melakukan pekerjaan atau untuk urusan ibadah yang lainnya maka selayaknya kita niatkan untuk Allah dan Rasul-Nya.

Tapi kemudian Rasulullah juga melanjutkan:

وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Tapi barangsiapa yang dia hijrah (pindah dari satu ke tempat yang lainnya) itu tujuannya untuk mendapatkan dunia, maka dia akan mendapatkan dunia karena itu memang tujuannya. Atau ada orang yang pergi ke suatu tempat karena ingin menikahi seorang wanita pujaannya ya maka itulah niatnya dan itulah yang akan dia dapatkan”.

فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْه , maka hijrahnya adalah dia akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Ini artinya sekali lagi kami sampaikan bahwa amalan kita itu tergantung dengan niat kita. Oleh karena itu pada bulan puasa di bulan Ramadhan ini niat kita ngaji untuk apa dan untuk siapa, niat kita puasa ini untuk apa dan untuk siapa, itu harus kita pebaiki lagi. Tentu itu semuanya adalah Lillahi Ta’ala, murni karena Allah Ta’ala.

Dan pada para santri, anak-anak yang sekolah, anda semuanya datang dari jauh, dari kota, masing-masing menuju ke Pondok Tebuireng, ke pondok-pondok sekitarnya pasti tujuannya adalah, niatnya untuk thalabul ilmi. Ini semuanya penting sekali karena niat itu yang menentukan apakah perbuatan kita itu dinilai sebagai ibadah atau amalan-amalan yang biasa.

Para pendengar Radio Suara Tebuireng Rahimakumullah, amalan-amalan yang sifatnya mubah seperti makan, kemudian minum, mandi, tidur dan sebagainya itu statusnya bisa berubah dari mubah menjadi sesuatu yang sunnah kalau kita niatkan sebagai ibadah. Contoh Ketika makan ya bukan hanya makan tapi kita niatkan, “Ya Allah semoga setelah makan ini saya menjadi kuat, kuat untuk melaksanakan ibadah”, maka makannya itu yang asalnya mubah mendapatkan pahala sunnah. Minum juga begitu. Bahkan tidur pun bisa menjadi ibadah kalau kita niatkan untuk mengistirahatkan badan, memenuhi hak-hak badan sehingga Ketika shubuh, bangun itu badan menjadi segar diniatkan untuk ibadah kepada Allah. Tentu itu jauh lebih baik daripada tidur yang normative. Mandi juga seperti itu. Kita niatkan di dalam hati ketika mandi, “Ya Allah semoga setelah mandi ini menjadi segar, menjadi bugar, menjadi sehat, sholatnya menjadi enak, ngajinya menjadi enak dan seterusnya”.

Oleh karena itu, ma’asyirol muslimin, para pendengar setia Radio Suara Tebuireng, mari bersama-sama kita tata lagi niat kita, kita tandaskan lagi bahwa semua amalan kita, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi dan amalan-amalan di bulan Ramadhan ini kita niatkan betul-betul untuk mencari ridho-Nya Allah Ta’ala.

Demikian yang bisa kami sampaikan di kesempatan kultum sore hari ini semoga kita mendapatkan kekuatan untuk menjalankan ibadah-ibadah yang lainnya di bulan suci Ramadhan.

Saya Ahmad Kanzul Fikri dari Pondok Pesantren Al Aqobah, Kwaron Diwek Jombang untuk Radio Suara Tebuireng FM Jombang.

اهدنا الصراط المستقيم

ثم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Kultum Ramadhan oleh K.H A. Kanzul Fikri Pengasuh PP Al-Aqabah Kwaron Diwek Jombang

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.